Tampilkan postingan dengan label istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label istri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2011

Salam Rindu dan Do'a untukmu sayang

Bagi stiap jiwa yang menyatu kemudian terpisah oleh ruang dan jarak membentang panjang mungkin akan merasakan kerinduan yang belum pernah dirasakan sebelumnya pada belahan jiwanya .

Namun, hal itu membuat arti pertemuan menjadi sangat berharga dan istimewa membentuk ikatan cinta yang semakin kokoh dan menguatkan berjubah do'a yang berterus terang memohon kekuatan dan kesabaran menghadapi cobaan dan ujian agar mendapat keridhoan.

untuk para LDRers, tetap semangat... semoga Alloh segera mempersatukan kalian kembali ^^

Salam Rindu
(wali)

ku bertanya pada malam
ku bertanya pada bintang
sedang apa kau duhai sayangku

di sini angin menyampaikan
salammu salam sayang
salam sejuta cinta dan rindu

sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu

sebutlah namaku di setiap (nafasmu) do'amu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu

pejamkanlah matamu 
dan kau tenangkan hatimu
dan kau rasakan aku memelukmu




Do'a untukmu sayang

taukah kamu apa yang ku pinta
disetiap doa sepanjang hariku
tuhan tolong aku tolong jaga dia
tuhan aku sayang dia

aku tak akan berhenti
menemani dan menyayangimu
hingga matahari tak terbit lagi
bahkan bila aku mati
ku kan berdoa pada ilahi
tuk satukan kami disurga nanti


Sabtu, 09 April 2011

Ulang bulan Pernikahan yang ke-3





















Alhamdulillah, usia pernikahan kami telah mencapai 3 bulan.
happy aniversary, selamat ulang bulan pernikahan yang ke-3 istriku sayang Rosaria Endah Meitasari.
semoga pernikahan kita pernikahan yang penuh berkah dan menghadirkan generasi rabbani yang telah lam dirindu negeri.
Semoga keluarga kita senantiasa dalam rahmat dan naungan cinta Alloh
Semoga Alloh menjadikan kita pasangan Pengantin Surga di Surga-nya kelak..
Aamiin

Mohon do'a dari temen2 MPers ya :D

Rabu, 23 Maret 2011

Special Gift From Special Person

Apa yang membuat suatu pemberian menjadi begitu berkesan?

mungkin ada beberapa alasan, diantaranya:
1. Sesuatu yg di berikan
2. Momen pemberian
3. Orang yang memberikan

dan kali ini, saya mendapat sebuah hadiah yang begitu berkesean...

sebuah Jam tangan keren dari istri ku memenuhi ke tiga kriteria di atas.

1. saya memang sudah lama gak pake jam tangan dan mengandalkan hp sebagai penunjuk waktu,, dan jamnya di bungkus dengan kotak spesial di balut ornamen buatan tangan istri sendiri.

2. hadiah ini sebagai hadiah ulangtahunku yang ke 24 (iya kan dek?)

3. Jelas, yang memberikan adalah bidadariku tercinta, bahkan sebuah sendal biasa pun bisa menjadi begitu spesial jika istri ku yang memberikan :D

anehnya, jam tangan ini seperti ingin selalu melekat ditanganku. beberapa jam saja jam tangan ini lepas dari tangan , penunjuk waktunya udah ga sesuai lagi. tapi kalo di pakai terus ia bekerja normal.
biar inget terus sama istri kali ya? hehe...

terima kasih istriku, Rosaria Endah Meitasari... you know me so well :love

Kamis, 17 Maret 2011

Mengapa Suami ga pernah ngasih bunga ke istri? (gombal detected)

it's true that i haven't brought you flowers...
it's not because i don't want to..
the reason is i'm afraid the flowers will be withered for envying your beauty
*sambil kedipkedip

Rabu, 23 Februari 2011

Cinta tak bisa mengobati rasa lapar


Cerita cinta season 2: sub judul: jadi artis

Cerita sebelumnya...

Sedikit demi sedikit ia beranikan diri menatap “partnernya” seorang bidadari surgawi yang dikirimkan ke bumi untuk menjadi teman perjuangan hidupnya. Ditatapnya sang bidadari dengan sedikit rasa malu, ia keluarkan jurus andalannya "senyuman manis penakluk gadis" yang memang disiapkan untuk partner of lifenya. *cling…* sang bidadari pun ikut tersenyum tersipu malu (mungkin juga karena geli). Digenggamnya tangan sang bidadari dengan penuh kehangatan dan kelembutan. Terlihat wajah merona yang masih malu-malu menyambut genggaman tangannya...


Lanjut season 2…
Akad  pagi itu membuat suasana berubah. Ketegangan perlahan mencair menjadi lelehan kebahagiaan dan keceriaan. Senyum manis terpancar dari kedua wajah mempelai itu. Saking manisnya sampai tak perlu menambahkan gula kedalam secangkir kopi jika ingin mendapatkan teh manis.

Sesekali terlihat ia menatap wajah istrinya dengan mesra sembari tetap menggenggam tangannya yang dibalas dengan senyum malumalu tapi mau. Leluconlelucon lawas pun ia lontarkan tuk memecahkan kebekuan dibalas tawa kecil dari bidadari kecilnya.
Bersiap menghadapi walimatul ursy, Bidadari kecilnya dan ia dipanggil untuk diberi sentuhan buat atas (make up) dan kostum sebelum menembak (shooting). Beruntungnya ia, suami dari perias sedang tidak ada di tempat sehingga sentuhan topeng tak berhasil menyentuh wajahnya. Hanya kostum merah menyala dengan peci dan selop serta  rangkaian melati membalut tubuhnya. Sempurnahlah tampilannya  bak pangeran berkuda-kuda dari negeri seribu mimpi.

Sementara itu permaisurinya tampak begitu khusyuk deiberi sentuhan “magis” oleh tangantangan perias. Bedak tebal menyelimuti kepolosan wajahnya, gincu merah menutupi kedua bibirnya. Tak ketinggalan dua buah titik menempel di dahi dan hidungnya. Memang tampilan permaisurinya tampak terasa asing baginya, tapi baginya isterinya tetap terlihat cantik seperti kata pepatah, “bukan cantik yang membuat ia cinta, tapi cinta yang membuatnya cantik”

"duhai rosa,
bukanlah kencantikan parasmu yang selalu aku kagumi
melainkan kemuliaan akhlakmu yang menawan hati
wahai bunga,
bukanlah manis senyummu yang selalu membuatku rindu
melainkan tausiyahmu yang mengingatkanku"

Sempurnalah kostum kedua mempelai, keduanya dibalut busana merah indah, di tambah 16 tangkai mawar merah dalam rangakaian bunga yang digenggam isterinya semakin menegaskan warna cinta meraka, merah membara. Siap menyongsong aksi sang sutradara dalam sebuah judul yang istimewa, walimatul ursy Rosaria dan Ariesca. Dengan sebuah mobil cinta, pasangan bidadari dan bidadara meluncur ke tempat pengumuman terjalinnya cinta yang telah sah merajut asa bahagia, sebuah balai desa.

Rupanya ia dan istrinya telah ditunggu pasukan yang setia, menyambutnya dengan riang gembira bak pejabat yang terhormat juga merakyat. Dengan senyum yang masih memesona (menurutnya) ia perlahan turun dari kuda sang raja menunggu waktunya tiba menyalami penggemar dari seluruh penjuru dunia (hueeeks). Tempat parkir jadi tempat singgahnya sebelum menuju pelaminan yang dipersiapkan. Ah,, tak mengapa pikirnya, tempat parkirpun serasa istimewa. Asalkan bersama bidadarinya, gubuk tua pun serasa istana baginya.
***

Waktunya telah tiba, ia dan bidadarinya berjalan perlahan disertai papa dan mama juga mamah dan papah diiringi pasukan berjubah merah dipasukan mereka. Agak aneh baginya dan sedikit tak nyaman karena ia tak biasa berjalan perlahan, seketika kecepatannya bertambah tanpa ia sadari di minta kembali memelankan langkahnya agar suasana khidmat tetap terasa .

Memasuki gedung cinta, sekira 1000 kamera kurang (banyak :D) dan 100 kurang (banyak :p) camcorder  segera menyambut kehadiran mereka layaknya Artis terkenal sedunia. Ingin ia lambaikan tangan pada semua tapi tetap terlihat cool calm and confident. Akhirnya ia tetap melanjutkan jalan perlahan sambil menggandeng tangan permaisurinya menuju pelaminan yang menjadi saksi betapa hangatnya cinta mereka. Kemesraan terlihat begitu nyata terpendar dari keceriaan wajahnya.
***

Layaknya artis ibu kota, banyak yang ingin berpoto dengan mereka. Dengan senang hati melayani keluarga, tetangga, teman dan sahabat yang luar biasa menyempatkan hadir di hari kami yang berbahagia (semoga kalian (yang belum menikah) cepat menyusul kami dan merasakaan kebahagiaan seperti yang kami rasa juga). Untung saja tak satu pun ada yang meminta tanda tangan atau sedikit wawancara. Jika memang ada, mungkin ia kan menjawab “no coment, kami sedang berbahagia”

Tapi perlahan keringat mulai berkucuran, wajah menjadi sedikit pucat. Apa yang salah padanya? Astaghfirulloh, lapeeeeerrrr…. rupanya ia belum sempat sarapan. Hanya selembar roti tawar yang masuk dalam perutnya sejak ba’da subuh.  Ah, rupanya maagnya memang belum sembuh. Waktu berjalan terasa lambat dan Ia mencoba bertahan dengan kekuatan cinta. Ah, tetapi rasa lapar itu tak juga menghilang. Ia mencoba tuk tetap tersenyum yang mungkin tak lagi memesona (pikirnya). Ingin rasanya segera pulang, menjauh dari keramaian dan menyantap sepiring hidangan.

Begitulah hikmah di hari bahagia, cinta saja tak cukup menghilangkan rasa lapar :p

Minggu, 20 Februari 2011

Senyuman Manis Penakluk Gadis :D

 

Kalimat Sakral Pembuat Halal




Degup jantung serasa tak beraturan, kadang bertambah kencang kadang melambat. Waktu seakan melambat dari biasanya. Jam tujuh kurang seolah tak beranjak dari tempatnya. Ia terduduk di halaman  sebuah rumah istimewa, rumah yang (akan) menjadi saksi sejarah perjalan hidupnya “membunuh” kesendirian, “mengahancurleburkan” statusnya sebagai seorang bujangan.

Wajah tampan yang memesona (menurut dia) di balut setelan kemeja putih lengkap dasi biru bergaris putih dan jas hitam semakin menambah ke-perlente-annya. Celana bahan warna hitam dengan sepatu mengkilat yang baru saja disemir semakin menegaskan kewibawaannya. Tak ketinggalan peci hitam lama ia kenakan di kepalanya.

Keramaian disekitarnya tak bisa ia rasakan, keluarga yang mengajaknya bercanda dengan kata-kata pun tak ia hiraukan, seolah bahasa planet yang tak ia kenali.
Senyum gelisah ia lontarkan ke sekelilingnya sambil sesekali menatap sebuah meja bertaplak putih hijau disertai empat buah kursi biru yang saling berhadapan. Meja yang dikhususkan untuk menjadi tempat “pembunuhan” dan “penghancurleburan” status lajangnya.

Waktu yang seakan melambatpun tak kuasa menahan titah Tuhannya untuk terus berputar. Datanglah sesosok pria gagah dengan senyum lebar, berpeci tua dan berjas membuatnya terlihat rapi d an keren, tapi jelas tak sekeren dirinya (pikirnya). Rupanya ia adalah seorang utusan yang dikirimkan “kerajaan” KUA untuk menjadi “wasit” dalam pertandingannya melawan  ke-bujangan-nya.

Dengan senyuman yang terlihat seperti evil grin bagi dirinya, utusan itu memanggilnya dan memanggil partner yang akan membantunya “mengancurleburkan” status lajangnya. *shock*
Tibalah partner yang dipanggil utusan tadi, seorang wanita berjubah serba putih dihiasi mahkota yang indah bak seorang bidadari dengan wajah yang tampak asing baginya. Ia hanya tertunduk dan tak berani menatap partnernya itu. Ia benar benar shock dengan rasa yang bercampur baur dalam hatinya seperti jus mix fruit dengan taburan mesis dan susu vanilla rasa madu.

Inikah “partner of life ku” ? tanyanya dalam hati, ia masih setengah tak percaya dan terbang bebas dalam lamunan berbatas waktu. “ariesca kamajaya suryaman” ya.. panggilan itu langsung mendaratkannya di bumi dari penerbangannya di alam maya. Ia di minta untuk latihan mengucapkan kalimat sakral itu. Seorang pria tersenyum dan juga terlihat gugup mengajaknya berjabat tangan. Seorang pria yang akan mengantarkannya ke depan pintu gerbang  kemerdekan dengan selamat dan sentosa, adil dan sejahtera. Sejenak ia melihat pria itu, pria paruh baya tapi masih terlihat gagah dengan kumis tipisnya. “hmm… ya, tingkat ke-keren-annya kira-kira sama lah” gumamnya dalam hati.

Setelah beberapa kali latihan, inilah saatnya, saat yang ia tunggu sejak bertahun-tahun yang lalu. Degup jantungnya tak ia rasakan, kegelisahannya semakin menjadijadi walaupun begitu ia tetap berusaha tampil cool, calm dan confident.
“ya ariesca kamajaya suryaman” “ya” “saya nikahkan…………………..………”
“saya terima nikahnya Rosaria Endah Meitasari binti Kadri Riyanto dengan mas kawin tersebut tunai”
“Sah?” ” Sah.. sah… sah…”

Alhamdulillahirobbil ‘alamin… sebuah kalimat sakral pembuat halal tersebut ia ucapkan dalam satu tarikan napas.  Sesaat setelah “terbunuhnya” status bujangan, butiran-butiran cinta tak kuasa ia bendung, kesejukan itu mengalir dari kedua cahayanya. Rasa syukur yang begitu besar pada Robbul izzati yang telah menciptakan mahluk Nya secara berpasangpasangan menghapus kegelisahan dalam hatinya.

Sedikit demi sedikit ia beranikan diri menatap “partnernya” seorang bidadari surgawi yang dikirimkan ke bumi untuk menjadi teman perjuangan hidupnya. Ditatapnya sang bidadari dengan sedikit rasa malu, ia keluarkan jurus andalannya "senyuman manis penakluk gadis" yang memang disiapkan untuk partner of lifenya. *cling…* sang bidadari pun ikut tersenyum tersipu malu (mungkin juga karena geli). Digenggamnya tangan sang bidadari dengan penuh kehangatan dan kelembutan. Terlihat wajah merona yang masih malu-malu menyambut genggaman tangannya.

Bersambung, insya Alloh
-ahad, 9 januari 2011, Sabrang Kulon, Matesih, Karanganyar-