Bencana yang bertubi-tubi menimpa berbagai belahan negeri ini bukanlah tanpa alasan, kebanyakan bencana disebabkan oleh kerusakan alam. Manusia menjadi salah satu sebab kerusakan alam yang terjadi di negeri yang subur ini. pembalakan liar, pembuangan limbah beracun ke udara, tanah dan air yang seolah menjadi kegiatan yang tak terhentikan entah karena tak mengetahui akibat perbuatan tangannya itu atau mungkin juga tak memiliki rasa kepedulian akan kelestarian alam dan masa depan anak cucunya.
Padahal Alloh telah menjadikan manusia di bumi sebagai khalifah,
"Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi....(Qs.35:39)
Tetapi manusia suka berbuat kerusakan karena itu hal ini pernah ditanyakan oleh malaikat ketika Alloh hendak menjadikan manusia sebagai khalifah sebagaimana dalam surat Al Baqoroh ayat 30.
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Alloh tidak menciptakan sesuatu pun yang sia-sia, setiap mahluk Ia ciptakan dengan tujuan tertentu. begitu pun manusia yang Alloh ciptakan sebagai khalifah di muka bumi. seorang khalifah memegang amanah yang sangat berat bahkan langit, bumi dan gunung-gunung yang kokoh pun enggan untuk memikulnya. tapi manusia berani memikul amanah yang sangat berat itu. Alloh berfirman dalam surat al ahzab ayat 72
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,"
namun sayangnya kebanyakan manusia lalai dalam memegang amanat itu. cobalah kita perhatikan dan renungkan sejenak betapa rusaknya alam kita saat ini. hutan semakin gundul, air bersih sulit didapat, udara yang sangat penting untuk bernafas sudah semakin kotor, cuaca setiap tahun semakin memanas. semua itu akibat perbuatan tangan manusia sebagaimana Firman Alloh dalam surat ar-ruum ayat 41:
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Mungkin Alloh hendak mengingatkan kita dengan bencana-bencana itu agar kita kembali mengingatNya, agar kita kembali ke jalan yang benar, namun sedikit sekali yang memperhatikan dan mau kembali.
Indonesia sering dilanda bencana, bukan hanya bencana alam namun juga bencana kemanusiaan. kemiskinan ada dimana-mana padahal katanya negeri ini negeri yang makmur dan subur. pembunuhan, perkosaan, kasus-kasus korupsi dan kriminalitas lainnya tak pernah absen dari pemberitaan media informasi, padahal katanya Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia.
ada apa dengan negeri ini? atau mungkin pertanyaan yang lebih tepatnya adalah ada apa dengan penduduk negeri ini? kemanakah perginya keberkahan bagi negeri kaya yang miskin ini? mungkin surat al-Araf ayat 96 dapat menjawab pertanyaan itu.
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."
Bagaimana negeri ini mau mendapatkan rahmat jika penduduknya menganggap dosa sebagai hal biasa, maksiat dimana mana. bagaimana bangsa ini mau mendapat berkah jika para pemimpin tidak amanah dan rakyatnya pu sama saja. Pernahkah dalam do'a kita distiap akhir sholat terselip permohonan untuk kebaikan ngeri ini? ataukah terkurung dalam keegosian diri dalam meminta?
Astaghfirulloh, mungkin inilah peringatan bagi kita semua yang merindukan negeri yang adil, makmur dan sejahtera.
Ya Robbana, ampunilah kami yang sering lalai dalam mengingat Mu, ampunilah kami yang jarang mensyukuri nikmat Mu, ampunilah kami yang sering berbuat maksiat dan dosa. sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Ya Rahmaan ya Rahiim, jadikanlah negeri kami negeri yang penuh berkah, negeri yang subur dan makmur, negeri yang aman sentosa. Karuniakanlah kepada kami pemimpin-pemimpin yang taat kepada Mu, pemimpin yang berlaku adil, pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyatnya, pemimpin yang mendo'akan dan dido'akan rakyatnya dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba Mu yang bersyukur.
Tampilkan postingan dengan label peduli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peduli. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Maret 2011
Selasa, 15 Juni 2010
"Bu, Aku Ingin memakai Jilbab"
Seorang anak kecil merajuk kepada ibunya,, "bu, aku ingin memakai jilbab"
ibu: jangan nak... (sambil tersenyum)
tak berapa lama kemudian anak kecil itu kembali meminta kepada ibunya: Ibuu, aku ingin sekali memakai jilbab..
sang ibu melihat wajah anaknya dengan penuh perhatian: "jangan ya nak..."
beberapa hari kemudian sepulang sekolah dari TK anak kecil itu kembali merajuk...
"Ibuuuu, (sambil sedikit meneteskan air mata) aku ingin memakai jilbab sepelti Bu Gulu yang cantik dan teman-temanku"
sang ibu menatap anaknya dengan penuh tanda tanya,,, sambil memegang pudaknya dan mengusap air matanya ia berkata "jangan JOKO..."
ya, mungkin kisah anak kecil yang plolos tadi sangat sederhana, tapi bisa kita ambil hikmahnya... walaupun sesuatu terlihat bagus, indah tapi tak semua patut kita ikuti/contoh... ada yang pantas/sesuai dan ada pula yang tak pantas kita ikuti...
alangkah bijaksana bila kita mempertimbangkan dan mengetahui baik-buruknya, esensi dan substansinya sebelum kita mengikuti sesuatu.. ^^
Jumat, 28 Agustus 2009
Cintaku Hanya Untukmu
Nahnu du’at kobla kulli syai’. Kata-kata itu mungkin tidak asing bagi para aktivis dakwah. Karena kita adalah seorang da’i sebelum menjadi apapun. Dakwah menjadi pekerjaan utama sedangkan lainnya menjadi pekerjaan sampingan untuk menghidupkan dakwah. Ketika menjadi pelajar maka ia adalah dai yang pelajar, ketika ia guru, maka ia dai yang guru, ketika ia menjadi seorang PNS, maka Ia adalah da’i yang PNS. Apapun profesi kita, kita adalah seorang da’i. karena itu tugas utama seorang da’i tidak lain adalah meneruskan pekerjaan suci para nabi yaitu berdakwah, mengajak kepada kebaikan, mengajak kepada kebenaran, mengajak kepada Alloh Azza wa jala.
Alloh S.W.T berfirman: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal shelih dan berkata ‘sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri’” (Q.s. Fushilat:33)
Rasa Cinta pada Alloh dan Rosul-Nya serta keutamaan dakwah yang begitu besar, menjadi bahan bakar bagi kader-kader dakwah untuk tetap bersemangat dalam berjuang walau banyak rintangan menghadang, Rosululloh SAW. Bersabda “ barang siapa menyuruh kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka.” (H.R. Muslim)
Alhamdulillah.. kondisi tersebut sudah saya rasakan di kampus kita tercinta Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Aktivitas dakwah terasa begitu intense yang dikemas dalam berbagai acara menarik. Para da’i pun dituntut untuk mengelurkan segala kemampuan dan kreativitas untuk menarik jamaah.
Tidak hanya di dunia nyata, dunia maya pun tak ketinggalan dengan ghiroh dakwah melalui berbagai media yang mudah untuk di akses seperti Multiply dan yang sekarang sedang naik pohon (kalo naik daun kaya ulet) yaitu Facebook. Berbagai postingan notes berisi tausyiah, ilmu, dan berbagai tulisan meramaikan arus informasi dalam dunia maya. Sungguh luar biasa.
Namun ada sedikit hal yang menjadi perhatian penulis. Dalam hal ini kami mengamati dari situs jejaring sosial facebook. Sering kali penulis menerima tag-tag notes yang berisi tausyah, ilmu dan pelajaran yang berharga (Alhamdulillah, jazakalloh khoir).. namun seringkali orang yang di tag terfokus pada sekelompok golongan saja. Hal ini memang bagus untuk saling mengingatkan dan menjaga para kader untuk tetap tegar di jalan dakwah dan merekatkan jaringan cinta ukhuwah. Tetapi objek dakwah itu luas, bukan hanya para kader/aktivis saja, bukankah kita harus melebarkan sayap-sayap dakwah bahkan hingga menyentuh yang mungkin belum sempat bersentuhan dengan dakwah secara langsung. Apakah CINTA INI HANYA UNTUKMU dan sekali lagi hanya untukmu Saudara seperjuangan? Hingga yang lain seolah tak berhak menerima cinta kita.
Apakah kita akan membiarkan mereka berhujjah di yaumil akhir kelak dengan alasan tidak ada yang memberikan peringatan pada mereka sementara kita ada dekat dengan mereka? Memang kita butuh perjuangan yang sangat besar untuk menjaga diri kita sendiri dan saudara kita agar tetap bersama, tapi mereka juga saudara kita, mereka juga membutuhkan cinta kita, kasih sayang kita, kepedulian kita walau mungkin mereka tak mau mengakuinya atau sulit mengungkapkanya entah karena malu atau mungkin kita kurang peduli pada mereka. Padahal Rosululloh saw. Pernah bersabda kepada Ali r.a. “demi Alloh, jika Alloh memberi petunjuk kepada satu orang melalui kamu, itu lebih baik daripada unta merah.” (H.R. Muttafaqun ‘alaih) Mungkin kalo jaman sekarang mah jaguar, ferari atau Lamborghini kali ya? ^_^ siapa yang gak mau???
Jika terkadang kita mersa sedikit canggung untuk berdakwah di real world, Media maya memberikan keleluasaan bagi kita untuk lebih mudah bergerak dalam menyebarkan kebaikan hingga sudut-sudut yang mungkin sulit tersentuh dalam dunia nyata, dan kita tak perlu merasa canggung (atau setidaknya berkurang) seperti halnya di dunia nyata. Karena kita tak pernah tau darimana dan bagaimana Alloh akan memberikan Hidayah-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Mungkin saja mereka akan menjadi bagian dari kita, berjuang bersama kita dan menjadi penolong-penolong Agama Alloh.
Dan cinta ini bukan hanya untukmu…
Semangat, DO’a, Tangguh… Sedooooooooot………………..!
(ni juga contohnya... hehe)
Wallohu’alam bishowab.
Afwan jidan... afwan jidan afwan pisan afwan pisan bakwan pisan bakwan pisan bakwan pisang.......
=====-----------=======Surya Langit Hati=======---------=======
Alloh S.W.T berfirman: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal shelih dan berkata ‘sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri’” (Q.s. Fushilat:33)
Rasa Cinta pada Alloh dan Rosul-Nya serta keutamaan dakwah yang begitu besar, menjadi bahan bakar bagi kader-kader dakwah untuk tetap bersemangat dalam berjuang walau banyak rintangan menghadang, Rosululloh SAW. Bersabda “ barang siapa menyuruh kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka.” (H.R. Muslim)
Alhamdulillah.. kondisi tersebut sudah saya rasakan di kampus kita tercinta Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Aktivitas dakwah terasa begitu intense yang dikemas dalam berbagai acara menarik. Para da’i pun dituntut untuk mengelurkan segala kemampuan dan kreativitas untuk menarik jamaah.
Tidak hanya di dunia nyata, dunia maya pun tak ketinggalan dengan ghiroh dakwah melalui berbagai media yang mudah untuk di akses seperti Multiply dan yang sekarang sedang naik pohon (kalo naik daun kaya ulet) yaitu Facebook. Berbagai postingan notes berisi tausyiah, ilmu, dan berbagai tulisan meramaikan arus informasi dalam dunia maya. Sungguh luar biasa.
Namun ada sedikit hal yang menjadi perhatian penulis. Dalam hal ini kami mengamati dari situs jejaring sosial facebook. Sering kali penulis menerima tag-tag notes yang berisi tausyah, ilmu dan pelajaran yang berharga (Alhamdulillah, jazakalloh khoir).. namun seringkali orang yang di tag terfokus pada sekelompok golongan saja. Hal ini memang bagus untuk saling mengingatkan dan menjaga para kader untuk tetap tegar di jalan dakwah dan merekatkan jaringan cinta ukhuwah. Tetapi objek dakwah itu luas, bukan hanya para kader/aktivis saja, bukankah kita harus melebarkan sayap-sayap dakwah bahkan hingga menyentuh yang mungkin belum sempat bersentuhan dengan dakwah secara langsung. Apakah CINTA INI HANYA UNTUKMU dan sekali lagi hanya untukmu Saudara seperjuangan? Hingga yang lain seolah tak berhak menerima cinta kita.
Apakah kita akan membiarkan mereka berhujjah di yaumil akhir kelak dengan alasan tidak ada yang memberikan peringatan pada mereka sementara kita ada dekat dengan mereka? Memang kita butuh perjuangan yang sangat besar untuk menjaga diri kita sendiri dan saudara kita agar tetap bersama, tapi mereka juga saudara kita, mereka juga membutuhkan cinta kita, kasih sayang kita, kepedulian kita walau mungkin mereka tak mau mengakuinya atau sulit mengungkapkanya entah karena malu atau mungkin kita kurang peduli pada mereka. Padahal Rosululloh saw. Pernah bersabda kepada Ali r.a. “demi Alloh, jika Alloh memberi petunjuk kepada satu orang melalui kamu, itu lebih baik daripada unta merah.” (H.R. Muttafaqun ‘alaih) Mungkin kalo jaman sekarang mah jaguar, ferari atau Lamborghini kali ya? ^_^ siapa yang gak mau???
Jika terkadang kita mersa sedikit canggung untuk berdakwah di real world, Media maya memberikan keleluasaan bagi kita untuk lebih mudah bergerak dalam menyebarkan kebaikan hingga sudut-sudut yang mungkin sulit tersentuh dalam dunia nyata, dan kita tak perlu merasa canggung (atau setidaknya berkurang) seperti halnya di dunia nyata. Karena kita tak pernah tau darimana dan bagaimana Alloh akan memberikan Hidayah-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Mungkin saja mereka akan menjadi bagian dari kita, berjuang bersama kita dan menjadi penolong-penolong Agama Alloh.
Dan cinta ini bukan hanya untukmu…
Semangat, DO’a, Tangguh… Sedooooooooot………………..!
(ni juga contohnya... hehe)
Wallohu’alam bishowab.
Afwan jidan... afwan jidan afwan pisan afwan pisan bakwan pisan bakwan pisan bakwan pisang.......
=====-----------=======Surya Langit Hati=======---------=======
Langganan:
Postingan (Atom)