Di dalam Islam, qt tdk diperkenankan untuk suùdzhon (berburuk sangka) tp sbg Auditor qt dituntut untuk curiga yg d kenal dgn istilah "profesional sceptism"
hmm, gmn y? Share d sini ya...
boleh ikutan yak,, kayaknya berburuk sangka dan skeptis profesional memang mirip tapi beda,, klo su'udzon kita hanya berprasangka tanpa ada usaha meng-clear kan apa yang disangka udah main vonis saja bahkan umbar sana umbar sini, sedangkan klo skeptis profesional setelah setelah prasangka ada usaha untuk meng-clearkannya ketika ga clear juga dan ga yakin juga maka keluarlah disclaimer,,begitu kali ya..
Skeptis profesional itu keknya bukan gitu kali akh..
Skeptis profesional itu, kita tidak langsung percaya atas apa yang disajikan, sebelum pengujian-pengujian dilakukan. jadi kita secara objektif, tidak berprasangka bahwa mereka salah, tetapi juga tidak langsung percaya dengan apa yang mereka sajikan/katakan. Gitu katanya..
Kalo curiga itu, kita berprasangka bahwa mereka salah.
Curiga malah kurang baik untuk seorang auditor, karena indepedensi auditor bisa terganggu.
saia bukan auditor, tidak ada opini
BalasHapusHmm..
BalasHapusGmn ya? Susah itu..
Di keuangan ada curiga-mencurigai juga ga ya?
Hmm..
Mas rahmat: "tdk ada opini" merupakan salah satu opini, yaitu "disclaimer" hehe
BalasHapusukhti: hmm, mgkn ada juga, tp lbh d butuhkan "trust" kayaknya...
beda
BalasHapusdalam hal ini, saia tidak menerbitkan opini
penugasannya saia tolak
:p
boleh ikutan yak,, kayaknya berburuk sangka dan skeptis profesional memang mirip tapi beda,, klo su'udzon kita hanya berprasangka tanpa ada usaha meng-clear kan apa yang disangka udah main vonis saja bahkan umbar sana umbar sini, sedangkan klo skeptis profesional setelah setelah prasangka ada usaha untuk meng-clearkannya ketika ga clear juga dan ga yakin juga maka keluarlah disclaimer,,begitu kali ya..
BalasHapusSkeptis profesional itu keknya bukan gitu kali akh..
BalasHapusSkeptis profesional itu, kita tidak langsung percaya atas apa yang disajikan, sebelum pengujian-pengujian dilakukan. jadi kita secara objektif, tidak berprasangka bahwa mereka salah, tetapi juga tidak langsung percaya dengan apa yang mereka sajikan/katakan. Gitu katanya..
Kalo curiga itu, kita berprasangka bahwa mereka salah.
Curiga malah kurang baik untuk seorang auditor, karena indepedensi auditor bisa terganggu.
btw, roti unyilnya kirim ke sini..haha
Wah, ada 2 auditor BPK muncul!
BalasHapusGmn kabar setelah penempatan?
@ukh ukhtiekecil: Luar biasa!! :)
BalasHapusBapak & ibu Auditor BPK: terima kasih atas pencerahannya :)
BalasHapusnfs: haha, kirim lwt PM? :p
Alhamdulillah..
BalasHapusSalam kangen bwt nopo ya ukht?
An mau pamit, ini kan tempat orang, hehe ^^v
Ocha: wah..
BalasHapus*silakan, pintunya sebelah kanan ya...
(merasa tersindir :p)
Bukan di sebelah kiri ya?
BalasHapusWah, maap salah belok..
Mari.. saya duluan ya, bapak2, ibu2..
Bukan, sebelah kiri itu dapur bu,,,
BalasHapuseh, ini bw bwt oleh2...
Hedeeh..
BalasHapusKlo oleh2 beneran, an mau deh..
Oleh2 apa?
BalasHapusKl roti unyil mah kn dah sering...
Eh, lupa.. Eroh kn msh d sini... Biar blio aj yg bw oleh2 :p
BalasHapus