Alhamdulillah, malam ini saya mendapat hikmah dan pelajaran dari Alloh 'azza wajalla.
Berniat tarawih masjid yang enak, santai dan adem dengan semangat saya mengajak Al-Muha-un yang saat itu sedang berkunjung ke kosan untuk melangkah ke Masjid Kantor, Ar-Raqib.
5000 langkah kurang pun kami lalui dari jalan Wahab III menuju Ar-Raqib, Sesampainya di tempat tujuan, masjid yang terletak di kompleks BPKP di Jalan Pramuka itu tampak elegan dan damai a.k.a sepi. ah, biasanya juga begitu pikirku. selangkah demi selangkah kami menapaki tangga ke lantai 2 Masjid itu.
tuing... pintu kayu berukuran besar yang nampak kokoh itu tertutup rapat. kubuka perlahan dan kudapati seorang pikachu sedang sholat sunnah di sana. tapi hanya sendiri, ya, hanya sendiri.
ku coba hampiri secarik kertas hijau nan imut yang terpampang di dekat pintu tempat wudlu. ku baca perlahan jadwal kegiatan masjid itu.
Dueeeer.... kudapati keterangan jadwal shalat tarawih yang dilaksanakan hanya hari senin-jumat. hoho, rupanya menyesuaikan dengan jadwal para pegawai kantor hehe...
Rupanya kami tidak sendiri (berdua denk), rupanya ada juga 3 orang akhwat yang mengunjungi Ar-Raqib yang saya yakini dengan maksud dan tujuan yang sama, tarawih di masjid itu. (selamat berolahraga hehe :p)
Seperti kata Bondan Prokoso "ya sudahlah" kami kembali menapaki 5000 kurang langkah kembali menuju Al-Manar (Masjid Dakwah Islam) yang jaraknya hanya 200 langkah kurang dari kosanku.
Alhamdulillah, tepat waktu. Iqomah baru saja di kumandangkan ketika kami sampai di MDI.
pikirku, inilah cara Alloh mengingatkanku untuk bertawazun (seimbang) antara ruhiyah, fikriyah, dan Jasadiyah. Well memang selama ramadhan jarang banget olahraga.
Maksud hati ingin sejuk dan santai dalam tarawih kudapati tarawih penuh peluh, tapi tetap perlu disyukuri, there's always a positive thing if we do positive feeling. Alhamdulillah, Ishbiru wa usykuru. ^^