Ahad, 18 Juli 2010/ 5 Sya’ban 1431 H
Alhamdulillah, hari ini diberi kesempatan untuk hadir di acara Seminar (lebih tepatnya talk show) keluarga Samara (Sakinah Mawadah Warohmah) bersama Ustadz Ika Fitriadi, Ustadz. Chris Kuntadi dan istrinya yang dilaksanakan di aula gedung PHRD Kampus STAN Bintaro.
Sayang pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Keputrian MBM ini angkatanku (alumni stan 2009) banyak yang berhalangan hadir. Ikhwannya hanya aku sendiri dan masih ada dua orang akhwat lagi, alhasil merasa menjadi yang paling muda diantara bapak-bapak yang sudah banyak membawa anak-anak yang lumutan (LUcu, iMUT dan menggemaskAN) ^^v. Parahnya lagi cuma sedikit dari peserta yang masih single alias bujangan, kebanyakan dari mereka adalah couple (pasangan) (>.<) jadi inget lagunya Koes Plus "begini nasib jadi mbujangan... makan makan sendiri, minum-minum sendiri, cuci baju sendiri tidur pun sendiri (Lho, ini koes plus atau Megy Z?) =P
Well, tapi hal itu gak membuat semangat jadi luntur, anggap saja sebagai bagian dari ujian hidup bagi pejuang yang merindukan pertemuan (halaah). Okelah kalo beg beg bgeituh, langsung aja saya kasih sedikit oleh-oleh pesenan rmu87 (dengan gaya bahasa sendiri), yang laen juga boleh menikmati kok, silakan… J
Nilai Pernikahan
Apa arti sebuah pernikahan dalam Islam? Pernikahan dalam Islam bukanlah hanya sekadar menghalalkan yang haram tapi lebih dari itu, pernikahn mempunyai posisi yang tinggi. Alloh berfirman
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar-Rum: 21)
Pernikahan disejajarkan dengan penciptaan manusia yang begitu luar biasa yang hanya Alloh dapat melakukannya. Kemudian pada ayat berikutnya juga Alloh menyejajarkannya dengan penciptaan langit dan bumi.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (Ar-Rum: 22)
Pernikahan diibaratkan sebagai Mitsaqon Ghalidzho (ikatan yang kuat) karena pernikahan disaksikan bukan hanya oleh saksi, wali atau tamu undangan saja, tapi juga disaksikan oleh Alloh SWT sehingga membutuhkan komitmen yang kuat dan berkelanjutan.
Subhanalloh begitu tingginya Alloh memandang sebuah pernikahan.
Begitu bernilainya sebuah pernikahan sehingga menjadi salah satu karakter umat Rasululloh sebagaimana sabda beliau
"Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat. Barang-siapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat).”
Membentuk Keluarga Samara
Sebuah keluarga samara dimulai dari individu-individu yang shaleh/shalehah yang dibagun brdasarkan Al-Qur’an dan As-sunnah.
Satu hal yang penting bahwa yang mampu melahirkan anak sholeh/sholihah adalah keluarga yang sakinah artinya untuk membentuk keluarga Sakinah, mawadah, warahmah diperlukan Suami/Istri yang shalihah pula.
Jadi untuk membentuk keluarga sakinah dimulai dari individu-individu masing-masing. Alloh berfirman
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (An-Nur:26)
Selamat Datang Masalah
Ketika seseorang memutuskan untuk menikah maka bersiaplah menyambut masalah karena pernikahan itu penuh dengan masalah, hal itu wajar saja karena pernikahan menyatukan dua sifat/karakter berbeda kedalam satu rumah tangga, jadi intrik dan konflik sangat mungkin terjadi. Dalam hal ini maka kita dituntut untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dan menjadikan pernikah lebih matang.
Mengelola Konflik
Sebenarnya mudah saja ketika menghadapi Istri yang sedang marah/kesal, cukup dibercanda-in, dipeluk.. pasti langsung luluh (jiaaaaaah….) hehe…
Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa konflik dan intrik sangat mungkin terjadi dalam sebuah rumah tangga. Nah untuk mengelola konflik ini diperlukan kesediaan masing-masing untuk saling memahami, menutupi, dan melengkapi. Tidak ada manusia yang sempurna karena setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahan, nah disini peran suami/istri sangat penting untuk mengolaborasikan kelebihan masing-masing untuk menutupi kekuarangan masing-masing, jadilah keluarga yang komplit (kaya martabak aja =P)
Satu hal lagi, jangan pernah menuntut hak tapi laksanakanlah kewajiban masing-masing karena jika seorang suami menunaikan kewajibannya maka ia telah memenuhi hak isteri dan sebaliknya jika seorang melaksanakan keewajibannya sebagai seorang isteri maka ia telah memenuhi hak suami.
Pesan Moral (Rangkuman Moderator)
1. Persiapkan Individu-individu yang Sholeh/Sholehah
2. Isteri harus bias mandiri
3. Pentingnya untuk saling memahami, menutupi dan melengkapi antara suami dan isteri dalam sebuah rumah tangga.
4. Yang belum nikah agar segera menikah (jiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh……….)
nb: kalo ada yang kelupaan silakan ditambahkan... Semoga Bermanfaat ^^
oiya, pas liat dakwatuna.com pas liat artikel ini
oh, sudah duluan to
BalasHapusya sudah kalau begitu
ada yg kurang tuh
kurang rinci =P
*ngacir
yaaah... malah ngacir...
BalasHapusya udah, tolong dilengkapi/dirinci aja... kan udah ada di nb tuh: "kalo ada yang kelupaan tolong ditambahkan"
atau mo bikin tulisan lagi juga monggo =)
mbak ocha nglengkapin dong... yg diposting ini kan semua dr ust ika. belum ada yg dr pak chris dan bu ida.hhe, jadi kek saling melengkapi..
BalasHapus^9) piss
hmm..
BalasHapuskarena ada panitia (ntu, di atas ane pas), sebaiknya todong panitia saja ^^v
ane permisi pulang........
ya tuh,, kl dari pak chris sama bu ida lebih banyak ke praktek jd agak bingung mo ditulisnya gmn....
BalasHapus-_-"
BalasHapusnah lho, panitianya ditodong... :p
BalasHapuseh, mbak ocha jangan pergi dulu. utangnya belum dibayar ;-)
BalasHapuslagian panitia ga se-menyimak peserta.. hhe,
okeh
BalasHapustq
nais inpo, gan
sayang g ada rate sama cendol
hoho, gpp.. usul aja ke MP biar bisa nge-rate sama ngasih cingcau (khusus buat multiply) :p
BalasHapusutang paan dek?
BalasHapus(ga merasa punya utang)
jangan ada utang di antara kita..
Ckckck..
BalasHapusMenyimak disini, krn kmrn ga bkesempatan menyimak disana
BalasHapusmonggo, silaken...
BalasHapusSyukran buat sharing-nya, A'. Jadi sudah siap menyusul A'Ishak, A'Yuga & A'Yuda ya.. :)
BalasHapusAfwan ^^
BalasHapusJiaaaaaah.........
BalasHapushehe, haduh kalo pertanyaan ini bingung jawabnya gmn,,
mhn do'anya aja mas ^^
makasih utk sharingnya, memang lg perlu penyegaran ni, krn suami lg jauh di sana..
BalasHapusafwan...
BalasHapusSemoga Bermanfaat ^^
ada bata merah kok mas...
BalasHapusdi mana? di matrial kah?
BalasHapusdi kantor..hehe
BalasHapushooo, lagi ngebangun ya?
BalasHapus