Selasa, 03 November 2009

Flash Back Memories (piece 2: Tetaplah Bersemangat dengan Semangat yang Tetap)

Sedih? iya, kecewa? banget… Istana harapanku untuk kuliah di tempat impian *TB atau STAN runtuh sudah, seperti  diguncang gempa 9 S.R. disusul tsunami lalu gunung meletus (lebai bgt sih..) luluh lantak menjadi puing-puing tak beraturan. Lemas rasanya tubuh ini, tatapan jadi kosong menahan aliran air dari dua sumber. T.T begitulah kira-kira rasanya saat ga masuk *TB, STAN pun tak sampai. Waktu itu hanya sedikit dari sekolahku yang bisa menembus USM STAN, ada Mayestika Chairun Nisa, Beny Jaka, dan Brigita Ceranita.

Beruntung memiliki ibu yang sangat pengertian dan perhatian, ia tak membiarkanku berlarut dalam kesedihan. Dengan kata-katanya yang lembut ia membisikan bahasa kehangatan cinta yang membangkitkan semangatku, senyumnya hilangkan sedihku, belaian kasih sayangnya menyalakan cahaya harapan baru. (terima kasih ibu, I Lup Yu Peri mac)

Ya, memang tak berguna jika hanya terjebak dalam  lingkaran penyesalan, kesedihan dan kekecewaan yang mengarah kepada keputusasaan.

“… janganlah kamu berputus asa dari rahmat Alloh, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Alloh, melainkan kaum yang kafir.”  (Q.s. Yusuf: 87)

Biarlah semua itu menjadi hikmah yang menumbuhkan kesadaran dan kedewasaan. Dunia ini masih luas dan harapan itu masih banyak.

“ dunia ini masih seluas yang kau impikan

Tak perlu kau simpan luka itu sedalam yang kau rasa

Memang ada waku agar kau bisa kembali semula

Percayalah padaku kita kan bisa melewatinya…”

(jangan bersedih by edcoustic)

Ku kumpulkan kembali puing-puing istana harapan yang berserakan, kan ku bangun kembali istana itu, bahkan lebih kokoh, lebih megah dan lebih Indah dari sebelumnya. Kutanamkan azzam itu dalam dada, selama masih ada setitik harapan, kan kuperjuangkan sampai titik darah penghabisan. (UwoW…)

            Kali ini panggilan jiwaku (halah..) mengarah pada satu titik, cukup satu titik saja agar lebih fokus. STAN masih menjadi harapanku, impianku. Kan kucoba lagi tahun depan dengan persiapan yang lebih matang dan strategi yang lebih cermat dari pengalaman keberhasilanku yang tertunda (pikirku).

*****

Waaah…………….. ternyata ga enak banget jadi pengangguran, mending kalo pengacara (pengangguran banyak acara) ini… hari demi hari kulalui, sepi menemani jalan ini, sehari berasa sebulan, seminggu berasa setahun (super hiperbola a.k.a lebaaay), perasaan menjadi beban orang tua pun tak bisa dihindari walaupun pada kenyataanya tidak ada orang tua yang merasa terbebani dengan anak-anaknya.

 Semangat yang membara itu perlahan pudar tergerus oleh rasa kesedihan dan penyesalan yang kembali menyeruak kedalam hati ketika jiwa ini kosong dalam lamunan, terlebih lagi melihat teman-teman yang sudah memulai KE-EXCITED-AN kehidupan barunya di kampus impian mereka. Ah, serasa tertinggal jauh di belakang diriku ini.

            TETAPLAH BERSEMANGAT DENGAN SEMANGAT YANG TETAP, kata-kata sahabat dekatku itu melintas dalam pikiranku, kata-kata yang ia gunakan dulu untuk menyemangatiku ketika sedang “terjatuh”.

Kata-kata yang sederhana namun penuh makna, tetap semangat dengan semangat yang tetap menunutut sebuah kata yang berat “istiqomah” konsisten dalam menjaga nyala api cahaya harapan. Kucoba mengubah perspektif, bisa tapi sulit menjadi SULIT TAPI BISA.

             Kuingat kembali tujuan awalku, ku ingat kembali pengorbanan orang tuaku, apakah kan ku sia-siakan perjuangan mereka? Apakah ku rela mengalirkan air mata kesedihan dari kedua mata sucinya? Apakah aku tega melukai hatinya? Apakah ku ingin melihatnya kecewa karena kelemahan sikapku? TIDAK.. TIDAK.. sekali lagi TIDAAAAAAAAAAAAAK…..

            Lembaran demi lembaran buku latihan USM STAN kubaca dengan seksama, soal-demi soal ku lahap (bukan berarti di makan lho ya, icha ga suka makan kertas). Tapi ada saja rasa jenuh menghampiri. Menunggu satu tahun rasanya sungguh sangaaaaaat lama sekali bangeets.

            Alhamdulillah, rasa kejenuhan itu sedikit terobati dengan aktivitas yang bermanfaat. Mengajar anak-anak sekolah pelajaran matematika, bahasa Inggris, dan komputer.

Waktu pun terus berlalu tapi masih cukup lama hingga ujian masuk STAN kembali dibuka. Ku coba mencari pekerjaan dari iklan lowongan kerja di koran. Ada yang cukup menarik untuk di coba, menjadi supervisor di sebuah perusaah yang baru berdiri (lupa namanya). Hm… bolehlah dicoba…

Persyaratan yang dibutuhkan telah kusiapkan, so langsung tancab menuju TKP. Interview pun berjalan mulus, terus ada training untuk pegawai baru. Kami (saya dan teman-teman seperjuangan) diajak ke suatu tempat untuk training… taunya eh taunya, ternyata eh ternyata… disuruh jualan jam tangan dan dompet, ngelamar jadi supervisor kok malah jadi sales???? GubRakkZzz dah…. Ga habis pikir, di pikir ga habis-habis. Jualannya pake cara yang ga ahsan lagi. Masa buat narik perhatian warga pake bilang kalo saya adalah seorang ARTIS SINETRON, tepatnya sinetron ABG (waktu itu lg in) yang sedang mengawasi kerja dia (trainer). Halaaaah… GuBrak lagi deh.. parahnya lagi orang-orang percaya lagi, sampai ada yang teriak “ mamah, ada artis, ada artis” emangnya saya mirip artis gitu??? :p

Jelas itu bener-betul NGAWUUUUR…. GAK EXCITED BANGET dah…. Itu Penipuan namanya, bukan hanya kepada para pelamar kerja tapi juga ke masyarakat. (warga yg di maksud, maaf ya…) Hari itu juga langsung mengundurkan diri.

****

  USM STAN semakin dekat, aku semakin giat mempersiapkan diri menghdapinya. Pembukaan kembali SPMB tak lagi kuhiraukan karena aku ingin fokus pada satu tujuan, lulus USM STAN. Rupanya aku tak sendirian, teman SMAku, Jim Raynuddin yang bernasib sama tidak lolos usm stan tahun lalu juga berniat mencoba kembali menaklulan 180 soal ajaib dan bersaing dengan ratusan ribu orang.

Hari yang ditunggu pun datang, pendaftaran USM STAN telah dibuka. Kami, aku dan jim mendaftar bersama, tp karena tahun lalu ke kampus STAN naik mobil temen, jd ga ngerti jalur angkutan umum kesana. Alhamdulillah, ada Mayestika Chairun Nisa, teman SMA yang lebih dahulu sukses menembus USM STAN menjadi tempat bertanya.

Terminal Baranang siang, naik bis jurusan lebak bulus, terus naik angkot S08 turun di pondok ranji terus naik lagi D09 turun di kampus STAN, begitulah kira-kira informasinya. Then, kami berangkat ke terminal baranang siang, bingung bis yang menuju lebak bulus yang mana. Terdengar ada yang bilang lebak bulus-lebak bulus.. langsung saja naik bis tersebut. Ternyata eh ternyata kami malah diturunkan di parung, “mas samapai sini ya…” gubrakzzzz (lagi dan lagi)

Weleh weleh… mau ke lebak bulus kok malah diturunkan di Parung, untung masih siang jadi ga ada “penampakan”. Pengen protes, tapi mau gimana lagi, rupanya salah naik bis, seharusnya naik bis Agra Mas warna merah yang lewat jalan Tol. akhirnya naek angkot yang menuju lebak bulus dar Parung, tapi nge-Time nya poool lama banget dah gitu panas pula. Huaaaaaa…. Bener-bener di uji nih kesungguhannya.

Alhamdulillah, akhirnya nyampe juga di kampus walaupun dengan keringat membasahi tubuh. Tapi…. Waktu pendaftaran dah hampir habis, langsung dah grubag-grubub menuju gedung G, tempat pendaftaran. Bagusnya waktu itu ga terlalu ngntri jadi masih bisa daftar.Fiuuh… beres juga dan seneng dapet tempat ujian di Kampus STAN, kalau tidak salah di ruang C105. UwoW….

****

            Dag.dig.dug… ujian udah di depan mata, biar persiapan lebih mantap dan tidak tergesa-gesa kami menginap di kosan teman yang juga lebih dahulu sukses menembus USM STAN, Beny Jaka (thanks bro). Bukannya belajar kami malah asyik ngobrol ngalor ngidul (biar ga stress) hehe… malah sempet di ajakin maen PS juga lagi UwOw.. Excited Sekali…

            Paginya langsung tancab gas ke TKP, C105 menjadi saksi sejarah perjuanganku (saya lupa tempat ujiannya Jim). Tampil sebagai veteran, aku lebih PeDe dari yang lain, tapi tetap saja ada rasa kekhawatiran tidak lolos seperti tahun sebelumnya. Soal demi soal pun kukerjakan dengan cukup lancar walaupun ditemani suara gemuruh AC yang SANGAR….

            Alhamdulillah beres juga ujian selama tiga jam itu. Agak sedikit ragu, karena soalnya agak sedikit lebih sulit dari pada tahun kemarin, tapi ikhtiar optimal sudah dilakukan dan tinggal menunggu kabar terbangunnya istana impian, atau luluh lantak lagi sebelum selesai dibangun…

===to be continued===

Next piece: “ Man Jadda Wa Jada”

 

Mengisi yang Setengah Kosong (Piece One)


(sebenernya agak ragu mau posting kaya ginian, soalnya yang nulis masih dalam tahap persiapan, tapi mau share aja pelajaran yang ane dapet dari buku yang dibaca, semoga bermanfaat bagi ane khususnya dan bagi yang baca pada umumnya)

Bila malam-malam sudah terasa sepi dibanding masa sebelumnya

Bila hangatnya persahabatan tak lagi cukup untuk mencurahkan isi hati

Bila hati merindukan belaian kasih sayang dikala ia resah

Bila hati mendambakan pelindung dan pemberi motivasi disaat dirinya lemah

Bila hati mulai cenderung dan merasa tentram di sisi lawan jenisnya

Maka apakah yang akan kita cari selain pernikahan?  

UwOw…, sebuah puisi yang mengantarkan pada lembaran-lembaran buku berjudul “ bila hati rindu menikah” karya Mas Udik Abdullah membuatku terdiam sejenak, mengerenyitkan dahi dan masuk kedalam alam pikiranku.. Kata-kata tersebut sangat Mengena, Menyentuh, Nonjok, Nendang, serasa terkena jurus “ kamehamenya Songgoku atau amaterasunya Sasuke, panas… (halah,,, lebay deeech..) afwan, ya keadaaannya memang ga kaya gitu, tapi bener-bener sangat ngena banget sekali (lebay lagi). Gimana enggak? Sekarang usia sudah bisa dikatakan cukup, hampir mencapai usia ketika Rosululloh menikah, 25 tahun berdasarkan tahun hijriah atau sekitar 23 tahun berdasarkan tahun masehi, lulus kuliah juga  udah, jadi???

“ Dan segala sesutau Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Alloh.” (Qs. 51:49)

Ada langit ada bumi, ada kanan ada kiri, ada atas ada bawah, ada air ada api (yang ini pasangan bukan ya??) ada panas ada dingin, ada yang cakep ada yang kurang cakep (adaada saja :p) bahkan sampai tingkat atom pun ada proton yang bermuatan positif dan ada electron yang bermutatan negatif yang saling tarik menarik dalam sebuah keseimbangan. Begitu pula ada laki-laki ada perempuan seperti dalam firman Alloh

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan” (Qs. 53:45)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan –Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda  bagi kaum yang berpikir. (Qs. 30:21)

 Itu dia Bro, pada dasarnya udah jadi fitrah bagi kita, manusia memiliki perasaan untuk mencintai, menyayangi juga ingin dicintai dan disayang oleh sesamanya (pasangannya), serta rasa saling membutuhkan seperti pakaian yang menutupi aurat sera melindungi dari angin, panas deelel, seperti dalam surat al Baqoroh ayat 188 “ mereka itu adalah pakaianmu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka”

    Nah Sob, kecenderungan seperti itu mengakibatkan kita, manusia (yang udah baligh lo ya…) mencari-cari jalan untuk menyalurkan hasrat untuk menyayangi dan disayangi, mencintai dan dicintai. Dan kebanyakan dari mereka (kaya yang nulis bukan manusia aja) menempuh jalan-jalan yang tidak tepat, contohnya? Sebut saja pacaran (bukan istilah yang tidak sebenarnya) sebelum pernikahan. Hingga terjadi pergeseran makna dan nilai Cinta, cinta yang sejatinya LUHUR dan SUCI menjadi TERNODA oleh tangantangan jahil, Cinta disalahtafsirkan menjadi cinta itu berduaduan, cinta itu pegangapegangan tangan, cinta itu (maaf) cum*u2an dan lain-lain yang bahkan lebih parah. Astagfirulloh… untuk menjaga kemurnian, keluhuran dan kesucian cinta jalan yang tepat (bukan yang paling tepat, jadi artinya jalan selain itu? Jawab sendiri ya..)  tidak lain dan bener iya adalah PERNIKAHAN.

    Lho kenapa harus nikah??? Karena eh karena (ga lg  ngedangdut lho ya) nikah itu adalah sunnah Rosul seperti dalam hadits berikut: “ Nikah adalah sebagian  dari SUNNAHKU, barang siapa TIDAK SUKA terhadap sunnahku maka TIDAK TERMASUK GOLONGANKU (H.R. Bukhari)
Nikah juga merupakan setengah dari agama, karena banyak ibadah yang tidak bisa dilakukan kecuali sudah menikah.

“Barang siapa yang dikaruniai seorang istri yang sholehah, berarti dia telah menyempurnakan setengah dai Ad-Diennya.Maka hendaklah ia bertakwa kepada Alloh pada setengah lainnya”. (H.R. ath-Thabrani dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik r.a.)

“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya, maka Alloh memperhatikan mereka berdua dengan rahmat. Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), bergugurlah dosa-dosa suami isteri itu dari sela-sela jari-jemarinya”. (H.R. Maisarah bi Ali dari  Ar-Rafi dan Abu Sa’id al-Khudri ra.)

Nah kalo yang pegang-pegangan tangan itu belum halal, bukannya rahmat yang didapat malah sebaliknya.
    Pernikahan juga menjadikan ibadah-ibadah kita menjadi lebih berbobot.

“Dua rakaat dari seorang yang berkeluarga lebih utama dari tujuh puluh rakaat yang dikerjakan seorang bujangan” dalam riwayat lain dikatakan: “ lebih baik dari 82 rakaat sholatnya seorang bujangan”. (H.R.al-Uqaili dan ibnu Asakir, dari Anas ra.)

UwOw… Excited Sekali….

Terus gimana nih kalo bukan karena ga pengen nikah... tp ada alasan external lain???

+++bagian pertama udah dulu ah+++

Flash Back Memories (piece 1: kesiapan yang tak siap)

Bingung, ga tau mau ngelanjutin kemana setelah lulus SMA, itu yang ada dipikiran ane sekitar empat tahun yang lalu. Ketika itu masih berdiri (bosen duduk melulu) di bangku (weleh bisa dimarahin guru berdiri di bangku) kelas 3 SMA. Yah.. masa-masa SMA banyak ane habiskan dengan penuh keceriaan bereng temen-temen sepermainan. (udah SMA kok temen sepermainan?) jarang terpikirkan langkah selanjutnya yang akan ditempuh setelah lulus dari SMA.

Baru nyadar ketika mulai semester akhir di kelas 3 (walaupun dr awal kelas tiga dah pada nanyain mau lanjutin kemana), tementemen udah mempersiapkan berbagai hal untuk melanjutkan kuliahnya, mulai dari PMDK (masuk kuliah tanpa SPMB) ikut BImbel SPMB (nama lain dari UMPTN, SIPENMARU, SNMPTN dll), ikutan UM dimanamana, nah kalo ane??? Ngiiik… nancleb pisan euy.. blm ada persiapan sama sekali, bahkan buat menghadapi Ujian Nasional… AAAAAAARGGGGHHHHH….. kumaha yeuh…??? (Ceritanya Panik) terus salah siapa? Salah ane? Salah tementemen ane? Nga nga ngaruh sama selera makan ane????

Langsung deh cari temen terus ikut bimbingan belajar di N*r*l Fikri paket SPMB. Tapi masih bingung juga mau masuk mana, coz minim informasi mengenai dunia perkuliahan en kampusnya. Orang tua jelas jadi tempat pertama buat konsultasi. Kata ibu, waktu SD ane pernah bilang mau kuliah di Bandung (*TB red) hmm… waktu SD??? (ga inget). ya udah deh setelah ngobrol bareng temen-temen seperjuangan (udah mulai berjuang kalo sekarang) yang mau ngelanjutin ke I*B juga akhirnya teknik mesin IT* pun jadi pilihan.
Sebenernya agak ragu dengan jurusan Teknik Mesin  karena memang ga ada ketertarikan sama mesin, ga ada niatan bikin Gundam, Patlabor, Macros, atau Robot raksasa kaya cita-cita temen ane yang sama-sama pengen ke Teknis Mesin. Terlebih lagi setelah ada kakakkakak alumni dari STAN yang presentasi ke Sekolah. Bicara luas (panjang x lebar) tentang STAN mulai dari keunggulan STAN, Sistem Perkuliahan yang ga jauh kaya SMA, sampe ke berbagai alternative jalur angkot menuju STAN. Tapi kalo tentang hewan peliharaan yang berkeliaran di kampus mah ga diceritain…

 Banyak temen-temen yang menyarankan ngambil PMDK ke*PB bareng mereka karena nilai ane juga lumayan bagus hehe. Atau ikut SPMB ke *PB kl g mw ngambil PMDK karena di SMA ane dari taun ke taun banyak banget yang masuk ke *PB kaya pindah kelas gitu deh. Tapi dengan tegas ane bilang, engga ah cita-cita ane dari kecil itu kuliah di bandung, di *TB (redaksinya aslinya lupa). Sampe-sampe ada temen yang bilang, awas lu nati kalo ujung-ujungnya masuk *PB juga, gw ketawain abisabisan.


****

Merah, warna formulir pendaftaran pendaftaran SPMB seakan menantang dan berkata” hei kisanak, coba lawan aku kalo berani” (wuiiih… lebay deeeh..) ada kebingungan saat mengisi formulir itu, tepatnya di bagian pilhan jurusan dan universitasnya. Waktu itu Cuma ada satu keinginan yaitu masuk Teknik Mesin *TB, terus yang satu lagi?? Dengan tanpa banyak mikir pilih aja *PB yang waktu itu ga ada jurusannya karena tahun pertama diisi dengan TPB (Tahap Persiapan Bersama).

Waktu SPMB, tempatnya di Universitas *akuan, tap ga tau tempatnya di mana( piye toh, org Bogor g ngerti daerah Bogor) lebih baik, tanya peta tanya peta tanya peta... sampai di Kampus itu Suasana ketegangan begitu terasa mencekam, terlebih lagi ketika memasuki ruang ujian yang sangat asing dan melihat wajah-wajah asing tapi ga sampai dibayangkan kaya wajah-wajah alien lho ya…

Alhamdulillah hari pertama dilalui dengan EXCITED, kalo kata Dora sih Berhasil Berhasil Berhasil Hore…. Pulang dengan hati riang sambil berdendang (ga deng). Hari kedua agak ruwet niy soal-soalnya kreatip tp masih bisa dikatakan bisa lah. Sekarang tinggal nunggu pengumannya aja dah…

Sambil nungguin pengumuman SPMB, ane mencoba menggapai satu mimpi lagi kuliah di STAN kalo-kalo SPMB ga lolos, tapi ini sebenernya jadi prioritas utama setelah “dicekokin” alumni dan dapet dorongan dari ortu.

Ane daftar bareng temen-temen SMA numpang mobilnya temen ke kampus impian. Sampe disana agak kaget juga. Tepatnya pada tahun 2005, saat itu pertamakali menginjakan kaki di kampus biru. Sungguh tak seperti yang ane bayangkan sebelumnya, kampus terkenal dan banyak diminati di seluruh Indonesia yang berada di bawah naungan BPPK Depkeu Republik Indonesia ternyata sangat sederhana dan bisa dikatakan “menyatu dengan alam” kok bisa??? Bangunan sederhana dan tampak lusuh dikelilingi semak dan rerumputan yang tumbuh alami dan tak terawatt, tak ketinggalan hewan-hewan peliharaan (kambing red) yang dengan bebas berkeliaran di area kampus untuk memenuhi hajat hidupnya. Kesan Pertama? Bisa ente simpulkan sendiri.

UwOw.. yang ngantrinya pool abis dah, banyak banget jadi harus nunggui berjam-jam Cuma buat daftar aja. mana di dalem gedung G panasnya juga pool kaya di sauna tapi gak pake aroma terapi. Di sini kesabaran sungguh diuji (jangan sampe misuhmisuh). Beres daftar ternyata kebagian tempat ujian di Senayan, alhamdulillah gampang dicari.

***

H-1 ujian ane ngecek tempat duduk dulu ke Senayan, rame banget, banyak orang yang berseragam, ternyata di sana lagi ada acaranya P*S. sempet ketemu pak HNW juga di tempat wudlu. UwoW…

Hari ujian pun tiba, saat itu berangkat sendiri-sendiri karena tempat ujiannya juga beda. Ane berangkat ba’da subuh dari Bogor naek kereta (yang ekonomi aja biar murah). Kereta masih agak kosong waktu berangkat dari Stasiun Bogor, tapiiiii lama-lama kok makin tambah sesak ya… sampe susah buat gerak aja AAAAARRRRRRRGGGGHHHHHHH…………  wal hasil nyampe Stasiun Kota basah mandi keringet.

Nyampe ke Senayan sekitar jam 8 kurang, waah dah hampir telat jadi gak sempet sarapan dulu. T.T. masuk ke GBK.. UWOOOOOOW (lagi) ngeliat belasan atau bahkan puluhan ribu orang bersaing dengan ane buat masuk STAN… bikin ciper nih… tp tetep optimis.
Ujian pun berlangsung, tp kurang nyaman karena gak ada meja, jadi ane lesehan di bawah dan bangkunya dijadiaan kaya meja. (Pegeeeellll banget). Alhamdulillah ane sukses ngerjain soal-soalnya dengan tingkat keyakinan 80%, optimis bisa lolos lah.

****
Pengumuman SPMB dah keluar. Langsung cari Koran yang ada pengumuman hasil SPMBnya. Ternyata eh ternyata… harapanku buat kuliah di *TB pupus. (Hiks) tapi masih dapet pilihan ke dua *PB. Sontak temen ane beneran ngetawain abisabisan, “ tuh kan gw bilang juga apa, masuk *PB juga kan lu, wakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakkkkkkkkkk… (>,<) tapi ane merasa kurang srek disana jd g jd kuliah di *PB

Beberapa hari kemudian (atau sebulan ya, lupa) pengumuman hasil USM STAN pun keluar… ternyata eh ternyata…… gak lulus juga, AAAAAARRRRRGGGGGHHHHHH, padahal dah yakin banget bisa lolos. Hikis hiks…

Ya ane menyadari memang persiapannya minimalis (kalo model rumah mungkin bagus) buat menghadapi mereka (SPMB dan USM STAN ). Jadi inget kata-kata orang bijak (ga tau siapa) IF YOU FAIL TO PREPARE, YOU PREPARE TO FAIL

-to be continued-

arrrggg... java script not allowed... knp niy.?? g bisa nge post blog....